
Assalamu’alaikum wr. wb.
Al Ma’un :1-3
Artinya:
1. Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama?
2. Maka itulah orang yang menghardik anak yatim
3. dan tidak mendorong memberi makan orang miskin
Al Fajr: 16-18
15. Maka adapun manusia, apabila Tuhan mengujinya lalu memuliakannya dan memberinya kesenangan, maka ia berkata, ”Tuhanku telah memuliakanku,”
16. Namun apabila Tuhan mengujinya lalu membatasi rezekinya, maka dia berkata, “Tuhanku telah menghinaku,”
17. Sekali-kali tidak! Bahkan kamu tidak memuliakan anak yatim,
18. Dan kamu tidak saling mengajak memberi makan orang miskin
Petunjuk Rasulullah SAW Supaya Menolong Sesama Muslim
Dari ‘Abdullah bin Umar RA, Bahwasanya Rasulullah SAW bersabda, “ Orang Islam saudaranya Orang Islam yang lain, tidak boleh ia menganiayanya, tidak boleh membiarkannya ( dengan tidak mau menolongnya ). Dan barang siapa menolong kebutuhan saudaranya, Allah akan menolong kebutuhannya. Barang siapa yang meringankan satu kesusahan Orang muslim, Allah akan meringankan satu kesusahan dari kesusahan- kesusahannya pada hari kiyamat, dan barang siapa menutup aib (cela) Orang Islam, Allah akan menutup aib (cela)nya besok pada hari qiyamat ” (HR.Bukhari Jus 3, Hal. 98)
Dari Abu Hurairah RA, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda , “Barang siapa meringankan satu kesusahan orang mukmin dari kesusahan-kesusahannya di dunia, maka Allah akan meringankan satu kesusahan dari kesusahan-kesusahannya pada hari kiyamat. Barang siapa memberi kemudahan kepada orang yang kesulitan, Allah akan memberi kemudahan kepadanya di dunia dan di akhirat. Barang siapa menutup aib orang muslim, maka Allah akan menutup aibnya di dunia dan di akhirat. Dan Allah selalu menolong hamba-Nya selama hamba itu suka menolong saudaranya “ ( HR. Muslim jus 4. Hal.2074)
Dari ibnu Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, “ Sesungguhnya Allah Azza wa Jalla itu mempunyai orang-orang yang Allah menciptakan mereka itu untuk menolong kebutuhan manusia, yang orang-orang bisa minta tolong kepada mereka pada kebutuhannya, maka mereka itulah orang-orang yang aman dari siksa Allah”. ( HR. Thabrani dalam Al-kabiir Jus 12, Hal. 274. no 13334)
Dari ayat diatas, dengan jelas Allah memerintahkan kepada kita untuk memberikan nafkah kepada anak yatim dan orang-orang miskin. Oleh karena itu marilah kita dermakan kelebihan dana kita untuk menafkahhi mereka setiap bulan. Kita sudah diberi kenikmatan kesehatan, sehari dapat makan tiga kali, dan diberikan kenikmatan yang lain yang tidak bisa mereka peroleh, sementara mereka setiap hari berfikir akan makan apa aku hari ini.
Melalui himbauan ini kami mengajak diri kami sendiri dan kepada saudara-saudara kaum muslimin, untuk memberikan kelebihan dana yang kita punyai untuk kita belanjakan ke jalan Allah, melalui pemberian santunan kepada anak yatim dan orang miskin. Sebagaimana firman Allah “ Wahai orang-orang yang beriman ! Infakkanlah sebagian dari rezeki yang telah kami berikan kepadamu sebelum datang hari ketika tidak ada lagi jual beli, tidak ada lagi persahabatan dan tidak ada lagi syafaat. Orang kafir itulah orang yang zalim “ ( Qs. Albaqarah 2;254 )
Jangan takut kita akan kekurangan dana atau tertimpa kemiskinan, yang disebabkan kita memberikan nafkah kepada anak yatim dan orang miskin. Bila kita memberikannya dengan penuh rasa ikhlas maka Allah akan mengembalikanya sebanyak 700 kali lipat. Sebagaimana firman Allah “ Perumpamaan orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan bagi siapa yang Dia Kehendaki, dan Allah mahaluas, Maha Mengetahui “. ( Qs. Albaqarah 2;261 ). Pelipatan pengembalian dana yang kita berikan sebagian akan kita terima di dunia dan sebagian akan kita terima di akhirat.
Janganlah merasa berat terhadap dana yang kita belanjakan dijalan Allah, karena setan senang dengan perasaan itu, sebagai mana dalam firman Allah “ Setan menjanjikan ( menakut-nakuti ) kemiskinan kepadamu dan menyuruh kamu berbuat keji ( kikir ), sedang Allah menjanjikan ampunan dan karunia-Nya kepadamu. Dan Allah Maha luas , Maha Mengetahui ( Qs. Albaqarah 2;268 )
Kekayaan yang kita peroleh didunia tidak akan menyertai kita pada kehidupan akhirat, yang akan kita bawa nanti adalah amal sholleh yang kita kerjakan didunia. Jagalah sholat kita dan banyaklah beramal, karena sesungguhnya hanya itu yang kita bawa pada waktu kita menghadap Allah. Sebagaimana Allah berfirman “ Ketahuilah, sesungguhnya kehidupan didunia itu hanyalah permainan dan sedagurauan, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan, seperti hujan yang tanam-tanamanya mengagumkan para petani; kemudian ( tanaman ) itu menjadi kering dan kamu lihat warnanya kuning kemudian menjadi hancur. Dan di akhirat ( nanti ) ada azab yang keras dan ampunan dari Allah serta keridaan-Nya. Dan kehidupan di dunia tidak lain hanyalah kesenangan yang palsu (Qs. Al-Hadid 57;20 )
Akhirnya Kami ucapkan “ Perkataan yang baik dan pemberian maaf lebih baik daripada sedekah yang diiringi tindakan menyakiti. Allah Maha kaya, Maha penyantun ( Qs. Albaqarah 2;263 )
Wassalamu’alaikum wr. wb.
budiyono714@gmail.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar